Kamis, 31 Maret 2016

Pada akhirnya...

Ada rasa sakit yang tidak harus aku bicarakan. Ada rasa sesak yang tidak semestinya aku utarakan. Denganmu kuharap kamu mengerti, sebab diperlakukan kasar itu mimpi buruk yang tak ingin dialami.
Perkataan kasar yang dilontarkan sangat menyayat hati, mungkin sakitnya tidak seberapa tapi lukanya kan berbekas dan takkan terobati. Selayaknya wanita yang selalu ingin dimengerti juga diperlakukan dengan baik. Aku juga ingin seperti itu? Seperti wanita lain pada umumnya.
Hidup memang pilihan? Tentu. Sebab itu aku memilihmu sebagai teman hidupku. Semua terasa indah pada awalnya, namun dalam hitungan bulan buuuuuum.... semua berubah seperti mimpi buruk untukku.
Tak ada lagi kamu yang kukenal dulu
Tak ada lagi kamu yang seperhatian dulu
Tak ada lagi kamu yang mengerti aku
Tak ada lagi rayuanmu yang buatku terlena
Tak ada lagi kamu yang berjuang untuk pertahankan aku
Tak ada lagi kamu yang menghapus airmataku
Tak ada lagi kamu yang selalu menebar pujian dan rasa cinta
Bukankah cinta pada akhirnya juga harus indah? Lantas mengapa kini hanya cacian dan perlakuan kasar yang aku dapat? Inikah kamu yang sebenarnya? Kamu yang aku kenal 2tahun ini tidak seperti kamu yang aku kenal pada awalnya...
Bukankah cinta juga harus saling melengkapi? Menutupi kekurangan pasangan agar terlihat sempurna. Semestinya kita saling berbagi baik suka ataupun duka. Tidak salah bukan jika masalah pekerjaan aku tumpahkan padamu? Aku hanya ingin teman berbagi yang mengerti keadaanku. Teman hidupku harusnya kamu lebih peka dari orang2 disekelilingku. Harusnya kamu dengarkan keluhanku bukan seolah-olah tidak peduli.
Maaf menuntut... tapi aku lelah tuan, aku jenuh dengan segala kegiatanku, aku kecewa disaat yang kuharap begitu indah ternyata pada akhirnya hanya berlalu begitu saja. Aku muak dengan perlakuan kasarmu... buka matamu!!! Lihat kegiatanku lebih sibuk darimu, mulai bangun pagi menyiapkan semuanya untukmu, bekerja pulang sore sampai larut malam, bahkan disaat tertidurpun aku masih terjaga untukmu. Belum lagi pekerjaan rumah yang harus aku selsaikan, aku tidak mengeluh bukan? Sebab aku tau itu sudah menjadi kewajibanku.
Cukup sampai disini kamu buatku terlena lalu menghempaskanku lagi, aku lelah hatiku patah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar