Senja yg indah itu seketika berubah menjadi malam yg gelap.
Ku berdiri di depan jendela, ternyata diluar sangat ramai, hujan yg membasahi
bumi ini nampaknya belum juga reda.
Ku duduk di tempat belajar ku, ku buka buku pelajaranku dan mulai
mengerjakan semua PR-ku. Aku terlalu asik dengan buku dan semua PR-ku, hingga
aku lupa waktu. Detik, Menit dan Jam pun silih berganti, waktu tlah menunjukan
pukul 21:45, ku bereskan semua bukuku lalu ku beranjak ke tempat tidurku. Malam
semakin larut tapi rasa kantuk pun tak jua kurasa, hingga akhirnya ku putuskan
tuk duduk kembali di tempat belajarku.
Hujan dari tadi sore yg tak kunjung reda, gugur dan petir yg
membuat malam menjadi ramai seolah-olah menjadi saksi 'kesepianku' ... Malam yg
cerah karna cahaya lampu seketika gelap-gulita. Ku ambil sebatang lilin, ku
nyalakan lalu aku kembali duduk di tempat belajarku. Ku pandangi sebatang lilin
yg menyala itu, dan api yg menari-nari diatasnya. Lilin itu rela habis untuk
menerangi malam yg gelap ini. Aku terlalu lelah bermain dengan lilin ini,
sampai rasa kantuk pun mulai kurasakan. Tapi aku berusaha untuk tetap membuka
mata ini, aku akan tertidur jika lilin ini habis dimakan api . Terus saja aku
memandangi api yg menari-nari diatas lilin itu, sampai terlelap.
Aku melihat sesosok bayangan, tidak begitu jelas, samar-samar ...
aku mencoba mendekati bayangan itu. Semakin dekat, semakin dekat dan ya ku
temui sesosok laki-laki berpakaian sederhana, memegang gitar dan duduk seorang
diri di tepi danau. Aku mendekatinya dengan rasa malu aku mencoba menyapanya,
tapi tak ada jawaban, lalu aku coba menyapanya kembali, lagi-lagi tak ada
jawaban ... Dia hanya memandangiku dengan tatapan polosnya, dia membelai rambutku,
mengenggam tanganku lalu mengajakku menaiki perahu kayu yg ada di danau itu.
Dia mendayung perahunya, membawaku ke suatu tempat yg sangat indah
sampai
aku tidak bisa menjelaskan betapa indahnya tempat ini. Tatapannya masih
tertuju padaku, mulut manisnya masih diam membisu. Jujur sebenarnya aku takut,
sempat aku berpikir "Siapa Laki-laki
ini? dan apa maunya? Apakah dia berniat jahat padaku atau sebaliknya?"
tapi rasa curigaku terkalahkan oleh wajahnya yg rupawan dan suasana tempat yg
sangat indah .
"Apakah dia
lelaki yg selama ini aku cari? Lelaki yg dikirimkan Tuhan untuk mendampingiku,
Menjagaku, Menjadi Imam dalam hidupku, dan ayah untuk anak-anak ku kelak?"
Dia menatap wajahku amat dekat dan memegang erat kedua tanganku,
aku terpesona melihat wajahnya yg rupawan, bola matanya yg indah dan bibirnya
yg tipis. aku sangat menikmati semuanya tapi di sisi lain aku takut "Apa yg kan dia lakukan padaku?" aku
tak mau larut, seketika aku melepaskan genggaman tangannya dan menjauhkan diri
darinya. "siapa dan apa maumu?"
bentakku, lagi-lagi dia tidak menjawabnya.
wajahnya yg rupawan itu seketika berubah, hanya terpancar
kesedihan dariwajahnya. aku tidak mengerti "kenapa dia? atau karna
bentakanku tadi? entahlah ..."
Suasana pun tak seindah tadi, aku ikut terdiam ... kebingungaan,
aku tak mengerti dirinya karna dia tidak mau bicara sepatah katapun padaku .
Tak lama dia mendekatiku lagi, dia berdiri di hadapanku dan dengan sabarnya aku
menunggunya bicara "Apa yg kan dia
katakan? dan apa yg kan dia lakukan?" gumamku dalam hati ... dia hanya
tersenyum, senyuman yg sangat indah dan dapat meluluhkan hatiku, melalui
tatapan matanya dia berusaha meyakinkanku untuk mempercayainya bahwa dia tidak
berniat jahat padaku. Setangkai bunga dia berikan padaku, lalu mencium keningku
... "Aku harus pergi dan aku janji
aku akan kembali" ucapnya .
Semuanya berlalu begitu saja, dia menundukan kepalanya
menatap lesu ke tanah, berbalik badan menbelakangiku, aku tak berdaya melihat
kepergiannya dan aku tidak bisa menahannya untuk tetap tinggal. Tanpa kusadari
air mata ini menetes membasahi pipiku ... Dan tatapanku masih tertuju pada
langkahnya yg semakin jauh meninggalkanku, lalu sosok bayangannya pun hilang
bak ditelan kegelapan.
Jam alarm ku pun berbunyi, aku terbangun dari tidur pulasku. Ku lihat
jam, jam menunjukan pukul 04:30... dihadapanku ada setangkai bunga dan ya
mataku pun berkaca-kaca seperti orang yg tlah menangis.
"Aneh! kenapa
bisa ada bunga disini? Semalam kan hanya mimpi? tapi kenapa semuanya terasa
nyata? lalu siapa laki-laki itu?" aahhh terlalu banyak pertanyaanku yg tak bisa terjawab ... lalu
harus pada siapa aku bertanya? ya, hanya waktu yg kan mengungkapkan semuanya.
Terdengar suara Ibu memanggilku "Cepat bangun nak sudah pagi" kata Ibuku ... aku pun
segera mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. "Meskipun itu hanya
mimpi tapi aku berharap suatu hari nanti mimpi itu menjadi kenyataan, dan aku
akan bertemu kamu kembali ... wahai lelaki yg entah aku pun tak tau siapa"
...
Dan semangat untuk menjalani hidup pun semakin membara :')
Selesai ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar