Kamis, 31 Januari 2013

The Story Of A Dream

  Senja yg indah itu seketika berubah menjadi malam yg gelap. Ku berdiri di depan jendela, ternyata diluar sangat ramai, hujan yg membasahi bumi ini nampaknya belum juga reda.

Ku duduk di tempat belajar ku, ku buka buku pelajaranku dan mulai mengerjakan semua PR-ku. Aku terlalu asik dengan buku dan semua PR-ku, hingga aku lupa waktu. Detik, Menit dan Jam pun silih berganti, waktu tlah menunjukan pukul 21:45, ku bereskan semua bukuku lalu ku beranjak ke tempat tidurku. Malam semakin larut tapi rasa kantuk pun tak jua kurasa, hingga akhirnya ku putuskan tuk duduk kembali di tempat belajarku.

Hujan dari tadi sore yg tak kunjung reda, gugur dan petir yg membuat malam menjadi ramai seolah-olah menjadi saksi 'kesepianku' ... Malam yg cerah karna cahaya lampu seketika gelap-gulita. Ku ambil sebatang lilin, ku nyalakan lalu aku kembali duduk di tempat belajarku. Ku pandangi sebatang lilin yg menyala itu, dan api yg menari-nari diatasnya. Lilin itu rela habis untuk menerangi malam yg gelap ini. Aku terlalu lelah bermain dengan lilin ini, sampai rasa kantuk pun mulai kurasakan. Tapi aku berusaha untuk tetap membuka mata ini, aku akan tertidur jika lilin ini habis dimakan api . Terus saja aku memandangi api yg menari-nari diatas lilin itu, sampai terlelap.

Aku melihat sesosok bayangan, tidak begitu jelas, samar-samar ... aku mencoba mendekati bayangan itu. Semakin dekat, semakin dekat dan ya ku temui sesosok laki-laki berpakaian sederhana, memegang gitar dan duduk seorang diri di tepi danau. Aku mendekatinya dengan rasa malu aku mencoba menyapanya, tapi tak ada jawaban, lalu aku coba menyapanya kembali, lagi-lagi tak ada jawaban ... Dia hanya memandangiku dengan tatapan polosnya, dia membelai rambutku, mengenggam tanganku lalu mengajakku menaiki perahu kayu yg ada di danau itu.

Dia mendayung perahunya, membawaku ke suatu tempat yg sangat indah sampai 
aku tidak bisa menjelaskan betapa indahnya tempat ini. Tatapannya masih tertuju padaku, mulut manisnya masih diam membisu. Jujur sebenarnya aku takut, sempat aku berpikir "Siapa Laki-laki ini? dan apa maunya? Apakah dia berniat jahat padaku atau sebaliknya?" tapi rasa curigaku terkalahkan oleh wajahnya yg rupawan dan suasana tempat yg sangat indah .

"Apakah dia lelaki yg selama ini aku cari? Lelaki yg dikirimkan Tuhan untuk mendampingiku, Menjagaku, Menjadi Imam dalam hidupku, dan ayah untuk anak-anak ku kelak?"

Dia menatap wajahku amat dekat dan memegang erat kedua tanganku, aku terpesona melihat wajahnya yg rupawan, bola matanya yg indah dan bibirnya yg tipis. aku sangat menikmati semuanya tapi di sisi lain aku takut "Apa yg kan dia lakukan padaku?" aku tak mau larut, seketika aku melepaskan genggaman tangannya dan menjauhkan diri darinya. "siapa dan apa maumu?" bentakku, lagi-lagi dia tidak menjawabnya.

wajahnya yg rupawan itu seketika berubah, hanya terpancar kesedihan dariwajahnya. aku tidak mengerti "kenapa dia? atau karna bentakanku tadi? entahlah ..."

Suasana pun tak seindah tadi, aku ikut terdiam ... kebingungaan, aku tak mengerti dirinya karna dia tidak mau bicara sepatah katapun padaku . Tak lama dia mendekatiku lagi, dia berdiri di hadapanku dan dengan sabarnya aku menunggunya bicara "Apa yg kan dia katakan? dan apa yg kan dia lakukan?"  gumamku dalam hati ... dia hanya tersenyum, senyuman yg sangat indah dan dapat meluluhkan hatiku, melalui tatapan matanya dia berusaha meyakinkanku untuk mempercayainya bahwa dia tidak berniat jahat padaku. Setangkai bunga dia berikan padaku, lalu mencium keningku ... "Aku harus pergi dan aku janji aku akan kembali"  ucapnya .

  Semuanya berlalu begitu saja, dia menundukan kepalanya menatap lesu ke tanah, berbalik badan menbelakangiku, aku tak berdaya melihat kepergiannya dan aku tidak bisa menahannya untuk tetap tinggal. Tanpa kusadari air mata ini menetes membasahi pipiku ... Dan tatapanku masih tertuju pada langkahnya yg semakin jauh meninggalkanku, lalu sosok bayangannya pun hilang bak ditelan kegelapan.

Jam alarm ku pun berbunyi, aku terbangun dari tidur pulasku. Ku lihat jam, jam menunjukan pukul 04:30... dihadapanku ada setangkai bunga dan ya mataku pun berkaca-kaca seperti orang yg tlah menangis.
"Aneh! kenapa bisa ada bunga disini? Semalam kan hanya mimpi? tapi kenapa semuanya terasa nyata? lalu siapa laki-laki itu?" aahhh terlalu banyak pertanyaanku yg tak bisa terjawab ... lalu harus pada siapa aku bertanya? ya, hanya waktu yg kan mengungkapkan semuanya.
Terdengar suara Ibu memanggilku "Cepat bangun nak sudah pagi" kata Ibuku ... aku pun segera mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. "Meskipun itu hanya mimpi tapi aku berharap suatu hari nanti mimpi itu menjadi kenyataan, dan aku akan bertemu kamu kembali ... wahai lelaki yg entah aku pun tak tau siapa" ...
Dan semangat untuk menjalani hidup pun semakin membara :')



                                                                                                            Selesai ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar