Sabtu, 13 April 2013

Sebuah Penantian …


Detik, menit dan jam pun silih berganti. Dan seiring berjalannya waktu, aku masih tetap disini, menunggumu dengan segala kerinduanku.

Malam itu tepatnya pukul 21.53, dia menelponku …

Percakapan kita berlangsung cukup lama, sampai aku pun larut dan mengingat-ingat lagi kenangan bersamanya, hanya bahagia yg aku rasakan malam itu sampai rasa kantuk pun ku abaikan. 3 tahun lalu terakhir kali aku bertemu dengannya, sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi bekerja ke negri sebrang . Awalnya aku tidak menyetujui kepergiannya, aku takut suatu hari nanti dia melupakanku dan berpaling pada wanita lain. Tapi dia berusaha meyakinkanku dan berjanji setelah kepulangaannya nanti dia akan melamarku … lalu aku pun membiarkannya pergi .

3 bulan telah berlalu , setelah dia menelpon ku untuk yg terakhir kalinya. Aku masih seperti biasa, menunggunya mengabariku. Tapi sampai saat ini dia tak kunjung memberi kabar padaku . 3 tahun lamanya dia merantau di negri sebrang, aku tidak tau kesehariannya disana. Berteman dengan siapa atau main kemana? Yg aku tau dia bekerja disana. Bahkan aku pun tidak pernah lagi menanyakan hal itu, karna menurutku itu hal yg tidak perlu dibahas, aku tidak mau bertengkar dengannya karna hal kecil. Aku selalu berusaha mencoba meyakinkan hatiku kalau aku masih mempercayainya dan membuang semua pikiran negatif tentangnya.

Hari ini, hari yg sangat bersejarah bagiku. Dimana usiaku genap 23 tahun, dan 4 tahun aku menjalin hubungan dengannya. Hari ini aku berencana pergi ke danau, tempat dimana biasanya aku menghabiskan waktu seharian bersamanya. Setibanya di danau, ku baringkan tubuhku diatas rerumputan, mencoba mengingat-ingat kembali kejadian 4 tahun yg lalu … dan suasana danau yg sejuk membuatku semakin merindukan kehadirannya. Ku ambil handphone dari tasku, tak ada telpon juga sms darinya.

“Apa dia lupa hari ulang tahunku? Juga tanggal jadian kita? Atau apakah dia sudah tidak memperdulikanku? juga hubungan ini? Aahh entahlahh…”

Pikiranku jadi kacau, berantakan … perasaanku tak tentu arah, seolah-olah harapanku berakhir dihari ini .

“Aku benci semuanya, aku benci hari ini, aku benci penantian… aku lelah, aku inginkan dia sekarang…”

Tanpa kusadari kalimat-kalimat itu ku lontarkan dari mulutku. Dengan tatapan yg penuh harap dan air mata yg terus membasahi pipiku, aku berharap ada sedikit kebahagiian dihari ini .
Danau pun menjadi terlihat gelap, dan ternyata ada tangan seseorang yg menutupi kedua mataku, yg entah aku pun tak tahu tangan siapa itu? Ku lepaskan tangan yg menutupi kedua mataku itu, lalu mencari tahu tangan siapa itu… ku balikkan badan dan ternyata sosok laki-laki pujaanku yg berdiri dihadapanku… aku tak percaya, semuanya seperti mimpi… ya mimpi yg akhirnya menjadi kenyataan.
Dia mencium keningku dan berkata “selamat ulang tahun, sayang…” dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ya sebuah cincin yg akhirnya melingkar di jari manisku. oh Tuhan ternyata penantianku selama ini tidak sia-sia, aku tidak bisa menahan tangis bahagia ini … sungguh aku sangat bahagia . Dia hanya tersenyum melihatku dan memelukku, “aku mencintaimu, dave…” kalimat yg akhirnya aku ucapkan .

                                                                                      Selsai…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar