Detik, menit dan jam
pun silih berganti. Dan seiring berjalannya waktu, aku masih tetap disini,
menunggumu dengan segala kerinduanku.
Malam itu tepatnya
pukul 21.53, dia menelponku …
Percakapan kita
berlangsung cukup lama, sampai aku pun larut dan mengingat-ingat lagi kenangan
bersamanya, hanya bahagia yg aku rasakan malam itu sampai rasa kantuk pun ku
abaikan. 3 tahun lalu terakhir kali aku bertemu dengannya, sampai akhirnya dia
memutuskan untuk pergi bekerja ke negri sebrang . Awalnya aku tidak menyetujui
kepergiannya, aku takut suatu hari nanti dia melupakanku dan berpaling pada
wanita lain. Tapi dia berusaha meyakinkanku dan berjanji setelah kepulangaannya
nanti dia akan melamarku … lalu aku pun membiarkannya pergi .
3 bulan telah berlalu
, setelah dia menelpon ku untuk yg terakhir kalinya. Aku masih seperti biasa,
menunggunya mengabariku. Tapi sampai saat ini dia tak kunjung memberi kabar
padaku . 3 tahun lamanya dia merantau di negri sebrang, aku tidak tau
kesehariannya disana. Berteman dengan siapa atau main kemana? Yg aku tau dia
bekerja disana. Bahkan aku pun tidak pernah lagi menanyakan hal itu, karna
menurutku itu hal yg tidak perlu dibahas, aku tidak mau bertengkar dengannya
karna hal kecil. Aku selalu berusaha mencoba meyakinkan hatiku kalau aku masih
mempercayainya dan membuang semua pikiran negatif
tentangnya.
Hari ini, hari yg
sangat bersejarah bagiku. Dimana usiaku genap 23 tahun, dan 4 tahun aku
menjalin hubungan dengannya. Hari ini aku berencana pergi ke danau, tempat dimana
biasanya aku menghabiskan waktu seharian bersamanya. Setibanya di danau, ku
baringkan tubuhku diatas rerumputan, mencoba mengingat-ingat kembali kejadian 4
tahun yg lalu … dan suasana danau yg sejuk membuatku semakin merindukan
kehadirannya. Ku ambil handphone dari
tasku, tak ada telpon juga sms darinya.
“Apa dia lupa hari ulang tahunku? Juga
tanggal jadian kita? Atau apakah dia sudah tidak memperdulikanku? juga hubungan
ini? Aahh entahlahh…”
Pikiranku jadi
kacau, berantakan … perasaanku tak tentu arah, seolah-olah harapanku berakhir
dihari ini .
“Aku benci semuanya, aku benci hari ini, aku
benci penantian… aku lelah, aku inginkan dia sekarang…”
Tanpa kusadari
kalimat-kalimat itu ku lontarkan dari mulutku. Dengan tatapan yg penuh harap
dan air mata yg terus membasahi pipiku, aku berharap ada sedikit kebahagiian
dihari ini .
Danau pun menjadi
terlihat gelap, dan ternyata ada tangan seseorang yg menutupi kedua mataku, yg
entah aku pun tak tahu tangan siapa itu? Ku lepaskan tangan yg menutupi kedua
mataku itu, lalu mencari tahu tangan siapa itu… ku balikkan badan dan ternyata
sosok laki-laki pujaanku yg berdiri dihadapanku… aku tak percaya, semuanya
seperti mimpi… ya mimpi yg akhirnya menjadi kenyataan.
Dia mencium keningku
dan berkata “selamat ulang tahun,
sayang…” dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ya sebuah cincin yg
akhirnya melingkar di jari manisku. oh Tuhan ternyata penantianku selama ini
tidak sia-sia, aku tidak bisa menahan tangis bahagia ini … sungguh aku sangat
bahagia . Dia hanya tersenyum melihatku dan memelukku, “aku mencintaimu, dave…” kalimat yg akhirnya aku ucapkan .
Selsai…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar