Hancur hatiku ketika
ku mendengar dia akan menikahi wanitanya
Terasa sesak dadaku
Ingin ku berteriak
semampu yang aku bisa
Tapi aku tak bisa,
aku tak bisa
Ingin ku berlari
sejauh angin membawaku pergi
Tapi kemana? Kemana aku
harus pergi?
Dunia fana ini
sangat menyiksaku
Penuh dengan
sandiwara dan air mata
Ingin rasanya ku
akhiri saja kehidupan yang kejam ini
Mungkin kematian
akan menenangkanku
Tapi setiap kali aku
mencobanya, aku selalu selamat dari maut itu
Oh Tuhan… apa engkau
tidak mengizinkanku untuk mengakhiri semuanya?
Tapi mengapa kau
berikan cobaan yang begitu berat padaku?
Aku lelah
…
Aku ingin
beristirahat sejenak atau mungkin untuk selamanya
Biarkan aku menutup kedua
mata ini Tuhan
Ambil saja nyawa ku
ini, aku ikhlas
Daripada aku harus terus
hidup menderita seperti ini
Ini bukan yang
pertama aku rasakan
Terlalu sering aku
merasakan sakit ini
Dan untuk kali ini,
aku tidak kuat lagi
Sudah tak ada lagi
kesempatan untuk bersamanya
Mimpi dan harapan
itu telah dihancurkannya
Musnah bagaikan debu
Kini aku harus
berjalan sendiri ditengah kegelapan ini, tanpanya
Rindu yang tak
berujung ini selalu menyiksaku
Cinta yang selalu memaksaku
untuk tetap bertahan menantinya kembali
Aku tak pernah bisa
menggantikannya
Karena aku tak
pernah mau membagi kasih ini dengan orang lain selain dirinya
Kau tahu? Sampai saat
ini pun aku masih setia menantinya kembali
Padahal aku sadar
itu takkan pernah terjadi
Tapi entah apa yang
membuat ku bertahan sampai sejauh ini
Cinta? Ya, mungkin
karena aku terlalu mencintainya
Biarlah waktu yang
menjadi saksi atas perjalanan kelam ku selama ini
Dunia yang tak
pernah bersahabat denganku
Seolah-olah menaruh
dendam padaku
Orang-orang yang
selalu melihatku dengan sebelah mata
Melirikku dengan
keji, tersenyum padaku dengan rasa benci
Semuanya semakin
menyayat hatiku …
Apakah semua orang
membenciku? Bahkan dunia sekalipun?
Tak adakah orang
yang benar-benar tulus menyayangiku?
Tuhan, kenapa kau
biarkan aku tenggelam dalam kesakitan ini?
Kenapa kau biarkan
mereka mempermainkanku sampai meninggalkanku?
Tidakkah kau kasihan
pada hamba-Mu yang lemah ini?
Pada siapa lagi aku
mengadu selain pada-Mu …
Kemana lagi langkah
kaki ku membawa ku pergi …
Aku lelah, aku sudah
tak sanggup lagi berjalan seorang diri
Karena setiap
langkah ku semakin tak tentu arah …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar