Selasa, 04 Juni 2013

Ketidakberdayaanku; Mengulang waktu



Hancur hatiku ketika ku mendengar dia akan menikahi wanitanya
Terasa sesak dadaku
Ingin ku berteriak semampu yang aku bisa
Tapi aku tak bisa, aku tak bisa
Ingin ku berlari sejauh angin membawaku pergi
Tapi kemana? Kemana aku harus pergi?
Dunia fana ini sangat menyiksaku
Penuh dengan sandiwara dan air mata
Ingin rasanya ku akhiri saja kehidupan yang kejam ini
Mungkin kematian akan menenangkanku
Tapi setiap kali aku mencobanya, aku selalu selamat dari maut itu
Oh Tuhan… apa engkau tidak mengizinkanku untuk mengakhiri semuanya?
Tapi mengapa kau berikan cobaan yang begitu berat padaku?
Aku lelah …
Aku ingin beristirahat sejenak atau mungkin untuk selamanya
Biarkan aku menutup kedua mata ini Tuhan
Ambil saja nyawa ku ini, aku ikhlas
Daripada aku harus terus hidup menderita seperti ini

Ini bukan yang pertama aku rasakan
Terlalu sering aku merasakan sakit ini
Dan untuk kali ini, aku tidak kuat lagi
Sudah tak ada lagi kesempatan untuk bersamanya
Mimpi dan harapan itu telah dihancurkannya
Musnah bagaikan debu

Kini aku harus berjalan sendiri ditengah kegelapan ini, tanpanya
Rindu yang tak berujung ini selalu menyiksaku
Cinta yang selalu memaksaku untuk tetap bertahan menantinya kembali
Aku tak pernah bisa menggantikannya
Karena aku tak pernah mau membagi kasih ini dengan orang lain selain dirinya
Kau tahu? Sampai saat ini pun aku masih setia menantinya kembali
Padahal aku sadar itu takkan pernah terjadi
Tapi entah apa yang membuat ku bertahan sampai sejauh ini
Cinta? Ya, mungkin karena aku terlalu mencintainya

Biarlah waktu yang menjadi saksi atas perjalanan kelam ku selama ini
Dunia yang tak pernah bersahabat denganku
Seolah-olah menaruh dendam padaku
Orang-orang yang selalu melihatku dengan sebelah mata
Melirikku dengan keji, tersenyum padaku dengan rasa benci
Semuanya semakin menyayat hatiku …
Apakah semua orang membenciku? Bahkan dunia sekalipun?
Tak adakah orang yang benar-benar tulus menyayangiku?
Tuhan, kenapa kau biarkan aku tenggelam dalam kesakitan ini?
Kenapa kau biarkan mereka mempermainkanku sampai meninggalkanku?
Tidakkah kau kasihan pada hamba-Mu yang lemah ini?
Pada siapa lagi aku mengadu selain pada-Mu …
Kemana lagi langkah kaki ku membawa ku pergi …
Aku lelah, aku sudah tak sanggup lagi berjalan seorang diri
Karena setiap langkah ku semakin tak tentu arah …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar