Mungkin lebih baik
kau tak pernah menghubungiku lagi …
Tak perlu kau temui aku
lagi dan tak usah kau ingat aku lagi
Sudahlah lupakan
saja semua tentang aku dan kita yang dulu
Tak usah kau
khawatirkan aku
Kau lihatkan aku
baik-baik saja
Pergilah …
Bukankah kau telah
temukan bahagiamu?
Inikan yang kau
tunggu-tunggu selama ini?
Bersanding duduk
dipelaminan bersamanya
Aku tak ingin
merusak bahagiamu juga dirinya
Berat rasanya, tapi
aku harus belajar ikhlas menerimanya
Biarkan aku sendiri
Karena saat ini aku
hanya butuh ketenangan bukan kehangatan pelukmu
Biarkan air mataku
membasahi pipi ini
Tak usah kau usap
Karena tanganmu
terlalu suci untuk menyentuh tubuh yang telah ternoda ini ...
Aku tak membencimu
karena kesalahanmu
Dan aku takkan
menyalahkanmu atas kesalahanmu itu
Ini bukan salahmu
juga bukan kesalahanku
Tapi waktu yang
salah karena telah mempertemukan kita
Tapi mungkin ini
sudah jadi suratan takdirku
Yang harus ditinggalkan olehmu
Sakit memang,
sungguh perih menyayat hati
Namun apa daya ini
semua telah jadi kehendak-Nya
Aku hanya bisa
pasrah pada sang waktu
Kelak Ia akan
berbelas kasihan padaku
Dan berkenan
memberikan sedikit kebahagiaan untukku ...
Aku tak pernah lelah
Setiap waktu aku
selalu berdoa pada-Nya
Untuk kebahagiaanmu
juga diriku
Mungkin sekarang
kita telah berbeda
Kita sudah tak lagi
bersama
Saat ini kau
miliknya dan aku hanya memiliki kenangan bersamamu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar