Inilah titik terbawahku, dimana aku hanya mengutamakan rasa tanpa berpikir memakai logika, melihat tanpa mau mendengar, berjalan mundur kebelakang; Masalalu.
Lucu memang, tapi ini nyata. Ini tentang rasa yang masih kurasa, ini tentang hati yang masih mencinta, ini tentangmu, semua tentangmu dan akan selamanya tentangmu.
Semua ini seakan-akan masih duniaku; masalalu. Aku tidak pernah bisa berlari dari kenyataan yang selalu membawaku kembali. Ini hati yang masih mencinta walau tersakiti, ini jiwa yang masih berharap pelukmu yang sudah pasti takkan kudapati, ini mimpi yang berharap hanya kamu yang kumiliki, ini kisah yang takkan terulang kembali.
Kini kamu dengan duniamu; kehidupanmu. Tidak halnya dengan aku, aku seakan berada didua dunia, masalalu bersamamu dan saat ini bersamanya.
Kisah ini memang telah usai, tapi kamu abadi dalam ingatanku, kamu no satu dipikiranku. Kamu penyemangatku, inspirasiku, duniaku sekaligus yang menjatuhkanku. Kamu bisa buatku tak mampu berkata sampai semua kutuliskan dalam coretan-coretanku, andai bahagia yang kurasa tak mungkin aku berbagi cerita yang menguras airmata, andai luka tak pernah kurasa takkan ku menulis dengan berurai airmata.
Pahamilah. Rasa ini tak mampu kuartikan lagi, cinta ini terlalu sakit kurasa. Katanya cinta itu indah, tapi kenapa yang kurasa berbeda, menyesakkan. Atau karna aku salah berbagi rasa; mencintaimu yang telah berdua.
Aku sadar, aku tahu semua takkan terulang. Hubungan yang baru seumur jagung kau tinggalkan, wanita yang terlanjur mencinta kau campakkan, mimpiku tentangmu kau hancur leburkan. Kamu takkan mengerti rasa sakit ini, berjalan sendiri mencari kepingan hati, kamu yang aku mau.
Kamu yang tak sempurna tapi mampu membuatku tak berdaya, kamu yang tak sempurna tapi mampu membuatku lebih bermakna. Rasanya aku ingin kembali; menata ulang semua mimpi denganmu. Namun apa daya aku hanya mampu mengenang; mendapati kau yang telah beristri.
Aku sayang, aku cinta, aku ingin memiliki lagi. Tidak! aku cukup tahu diri.
Entah apa yang butakan hati dan pikiranku, aku masih tetap saja menanti seakan tak tahu diri, aku masih tetap saja mencinta walau tak berbalas, aku masih tetap mengagumimu yang tak pernah tahu rasa kagumku. Tapi ini tentang hati yang tak mau terganti walau telah ada dia disisi, dengan berat hati kukatakan; aku mencintaimu masalalu.
Lucu memang, tapi ini nyata. Ini tentang rasa yang masih kurasa, ini tentang hati yang masih mencinta, ini tentangmu, semua tentangmu dan akan selamanya tentangmu.
Semua ini seakan-akan masih duniaku; masalalu. Aku tidak pernah bisa berlari dari kenyataan yang selalu membawaku kembali. Ini hati yang masih mencinta walau tersakiti, ini jiwa yang masih berharap pelukmu yang sudah pasti takkan kudapati, ini mimpi yang berharap hanya kamu yang kumiliki, ini kisah yang takkan terulang kembali.
Kini kamu dengan duniamu; kehidupanmu. Tidak halnya dengan aku, aku seakan berada didua dunia, masalalu bersamamu dan saat ini bersamanya.
Kisah ini memang telah usai, tapi kamu abadi dalam ingatanku, kamu no satu dipikiranku. Kamu penyemangatku, inspirasiku, duniaku sekaligus yang menjatuhkanku. Kamu bisa buatku tak mampu berkata sampai semua kutuliskan dalam coretan-coretanku, andai bahagia yang kurasa tak mungkin aku berbagi cerita yang menguras airmata, andai luka tak pernah kurasa takkan ku menulis dengan berurai airmata.
Pahamilah. Rasa ini tak mampu kuartikan lagi, cinta ini terlalu sakit kurasa. Katanya cinta itu indah, tapi kenapa yang kurasa berbeda, menyesakkan. Atau karna aku salah berbagi rasa; mencintaimu yang telah berdua.
Aku sadar, aku tahu semua takkan terulang. Hubungan yang baru seumur jagung kau tinggalkan, wanita yang terlanjur mencinta kau campakkan, mimpiku tentangmu kau hancur leburkan. Kamu takkan mengerti rasa sakit ini, berjalan sendiri mencari kepingan hati, kamu yang aku mau.
Kamu yang tak sempurna tapi mampu membuatku tak berdaya, kamu yang tak sempurna tapi mampu membuatku lebih bermakna. Rasanya aku ingin kembali; menata ulang semua mimpi denganmu. Namun apa daya aku hanya mampu mengenang; mendapati kau yang telah beristri.
Aku sayang, aku cinta, aku ingin memiliki lagi. Tidak! aku cukup tahu diri.
Entah apa yang butakan hati dan pikiranku, aku masih tetap saja menanti seakan tak tahu diri, aku masih tetap saja mencinta walau tak berbalas, aku masih tetap mengagumimu yang tak pernah tahu rasa kagumku. Tapi ini tentang hati yang tak mau terganti walau telah ada dia disisi, dengan berat hati kukatakan; aku mencintaimu masalalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar